Tuesday, March 22, 2016

Dampak Beras Berbahan Plastik Dapat Mengganggu Kesehatan

Belakangan ini masyarkat kita sedang di cemaskan dengan maraknya beras berbahan plastik di pasar-pasar bahkan di penjual beras sekalipun. Masyarakat memang sudah geram dengan ditemukan beras plastik ini karena beras adalah makanan pokok untuk di konsumsi sehari-hari dan dampaknya akan sangat mempengaruhi kesehatan tubuh kita dari mulai sistem pencernaan, mual, sakit perut, diare, pusing, dan lainnya. Maka dari itu kita harus pinter dan teliti bisa membedakan beras yang asli dan beras berbahan plastik dan jika menemukan beras berbahan plastik segera lapor ke pihak yang berwajib setempat agar di teliti dan di tindak lanjuti.

Dampak Beras Plastik
Gambar beras plastik (sumber : google.com)

PT Sucofindo, Cibitung, Kabupaten Bekasi, menyatakan beras yang ditelitinya beberapa waktu lalu positif mengandung plastik. Dewi Septiani (29), orang yang pertama kali menginformasikan beras diduga plastik, mengaku diintimidasi polisi yang melakukan penyelidikan.

"Saya dibawa ke Polsek Bantargebang pada Selasa lalu. Di sana saya diperiksa mulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB," kata Dewi kepada wartawan, Senin (25/5).

Di polsek, dia dicecar 10 pertanyaan seputar beras yang didapati tersebut. Padahal, kata dia, awalnya polisi hanya bilang bahwa diperiksa hanya sebentar.

"Bahkan saya dibilang sama polisi, kalau saya harus bertanggungjawab, karena sudah membuat resah," katanya.

Dia mengatakan, polisi juga menyebut kalau dirinya harus siap dituntut bila temuannya itu tak terbukti. Namun, dia menegaskan siap dituntut balik. "Saya sampai teriak," katanya.
Menteri Perdagangan Rahmat Gobel yang mendampingi Kapolri menambahkan ia sampai bertanya kepada menteri luar negeri lain, khususnya Mendag Cina, karena muncul desas-desus tentang beras palsu produksi Cina.

"Menteri Perdagangan Cina menjawab akan membantu menelusurinmya namun memastikan bahwa beras plastik tak pernah ada di Cina."

Seorang doktor fisika yang memimpin sebuah perusahaan Jepang yang memproduksi bahan plastik, Hasanudin Abdurakhman, mengakui bahwa jika Sucofindo melakukan pemeriksaan dengan peralatan infra merah maka tidak bisa dibantah bahwa memang unsur plastik dalam sampel beras yang mereka uji.
Desas-desus beras plastik sempat menimbulkan keresahan.

Dengan alat berteknologi tinggi yang menggunakan infra merah, tambahnya, ditemukan bahwa sampel mengandung senyawa polivinil klorida, yang biasa ditemukan pada produk plastik seperti kabel, pipa pralon (PVC) dll. Campuran klorida itu komposisinya sebanyak 6,76% dari 250 gram beras yang diperiksa.

Perbedaan hasil pemeriksaan, kata Kapolri Badrodin Haiti, menimbulkan dugaan soal kemungkinan-kemungkinan salah pengambilan sampel, tambah Badrodin.

"Kemudian saya bersama Menteri Perdagangan (Rahmat Gobel) mendatangi Sucofindo, menanyakan proses pemeriksaan dan meminta sampel yang masih tersisa di Sucofindo. Kemudian kami periksakan lagi ke (laboratorium) BPOM dan laboratorium Polri. Hasilnya juga negatif.

Dia mengatakan, alasannya mengunggah foto beras itu lantaran curiga dengan beras yang dimasak. Hasil masakannya tak bisa dikonsumsi. Dia pun sudah mencoba mengadu ke BPOM sampai dua kali namun tak ada jawaban.

"Saya tidak ada maksud apa-apa. Saya hanya ingin masyarakat waspada ketika membeli beras," katanya. Dia menjelaskan, beras yang dibelinya pada 13 Mei lalu itu tak bisa dikonsumsi karena diduga berbahaya. Bahkan, dirinya sendiri yang memasak pada 18 Mei lalu untuk bubur tidak jadi.

"Biasanya bikin bubur itu hanya sejam, tapi ini sampai dua jam tidak jadi-jadi," katanya. Ternyata hasil uji laboratorium PT Sucofindo menyebutkan beras yang dibeli Dewi positif mengandung plastik. Kandungan di dalam beras itu berupa bahan yang biasa digunakan pipa, kabel, serta pelenturnya.

Bagaimanapun sementara masyarakat yang kini merasa lega menyesalkan pemerintah yang tak bertindak cepat sebelum muncul keresahan. Tini -seorang pekerja rumah tangga di Jakarta- mengatakan, "Saya jadi tak ragu lagi kalau beli beras. Soalnya kemarin, katanya ada kios yang sampai ditutup segala. Sempat bingung."

Senada dengan itu, Yuli, seorang guru di Jatiwangi, Jawa Barat, mengatakan, "Lega sekali, bahwa itu cuma isu. Tapi mestinya pemerintah lebih cepat bertindak biar tidak jadi isu. Kan kemarin-kemarin kami resah. Soalnya beras kan kebutuhan makan sehari-hari.

Itulah yang saya jelaskan tentang dampak beras plastik bagi kesehatan tubuh karena sangat akan mengganggu kesehatan kita karena beras merupakan makanan pokok kita sehari-hari maka dari itu kita harus bisa membedakan dan teliti dalam membeli beras untuk di masak.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Dampak Beras Berbahan Plastik Dapat Mengganggu Kesehatan